Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pemikiran

Pacaran dengan Tuhan

Relasi dengan Tuhan itu kalau dirasakan lebih lanjut sepertinya mirip dengan pacaran. Kita mengenal Dia karena kita ingin mengenal Dia. Kita dapat memahami kehendakNya karena kita berusaha memahami kehendakNya. Kita mencintaiNya karena kita ingin mencintaiNya. Bisakah dalam hubungan pacaran yang sehat kita membuat pacar kita suka dengan terpaksa? Saya rasa yang orang pacaran lakukan adalah berharap bahwa dirinya mencintai kita. Bayangkan itu tapi dalam konteks kita dan Tuhan. Begitu kita menjadikan firman Tuhan sebagai suatu set beban latihan iman dengan terpaksa, karena kita berpikir bahwa itu yang harus kita lakukan karena memang kita disuruh begitu, maka ada yang tidak beres dengan "Mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu." Kalau kamu merasa bahwa kamu terpaksa ngedate dengan pacarmu, atau terpaksa mengantar dia kerumahnya tiap kali pulang kampus atau semacamnya, dan itu adalah beban yang berat bagimu tanpa per...

Budayakan Mencontek!

Setiap guru, dosen, pengawas ujian, bahkan poster-poster di sekolahkan tidak mungkin tidak pernah melarang muridnya mencontek. Lebih daripada larangan untuk merokok, malahan. Padahal merokok jelas membunuh kita, sedangkan mencontek menghindari pembunuhan oleh bo/nyok karena nilai merah terbakar di atas kertas ujian. Mencontek itu sudah kayak narkoba. Kalau dipakai, bisa fatal akibatnya. Ketahuan mencontek, auto nol! Mencontek pas ujian semester? Ulang tuh pelajaran tahun depan! [Namanya juga ujian kali, ya wajar lah! Kan ujian buat mengetes kemampuan peserta didik. Kalo pake contek-contekan, ntar nggak valid hasilnya.] Iya, emang sih. Masalahnya dari fungsi ujian itu. Buat mengetes kemampuan . Cuma ujian sekarang disalahgunakan; nggak lulus ujian berarti disaster . Disaster  berarti ngulang tahun depan. Ngulang berarti bayar biaya kuliah lagi! Padahal belum tentu karena (maha)siswa yang bersangkutan oon. Bisa jadi karena ada urusan lain yang jauh lebih mendesak, ataupun me...

Limit

Ini bukan deskripsi matematis, btw. Ini bukan soal garis slope  dari suatu titik dalam suatu kurva. Jadi jangan khawatir. Dengan logika bahwa water  itu adalah air, limit adalah batas. Lalu ada apa dengan batas? Mengapa saya tiba-tiba ingin membahasnya jam setengah enam pagi? Kalau dipikir-pikir, semua hal di dunia ini ada batasnya. Dalam hukum alam, limit itu merupakan hal yang tak terelakan. Kecepatan mencapai limit di 300.000 km/s; lebih cepat dari ini merupakan suatu keajaiban yang kita katakan mustahil. Setiap benda memiliki batas elasititas yang kalau dilampaui akan mengakibatkan rusaknya benda tersebut. Bahkan ada suhu tertinggi yang tidak bisa dicapai oleh siapapun di dunia, begitu juga dengan suhu terendah. (suhu tertinggi di 10^38 K dan suhu terendah di 0 K). Bagaimana dengan mahluk hidup di sekitar kita? Jangan ditanya. Dibandingkan dengan hukum alam, batasan mereka sedemikian banyaknya sehingga kita mahluk hidup bisa dikatakan rapuh. Ambil contoh saja say...

Masalah dari Males

Mari kita berbicara sedikit soal kemalasan. Selain ini sifat terbesar kedua saya setelah 'sombong/pemurah' (Mereka imbang), malas adalah penghalang terbesar saya. Karena malas, saya tidak bisa menjadi sebagaimana seharusnya saya menjadi. Dan karena sifat yang sama, post ini jadi sangat, sangat pendek. Yaudah, segitu aja. Males. salam, si Blogger malas. (CJWiguna) (28 Juli 17)

Youtube Indonesia Harus Naik Level!

Gambar
Pertama, saya tidak memiliki ide yang cukup bagus untuk menulis pada hari ini, tapi saya tahu saya harus melakukannya. Banyak topik yang sedang berseliweran di Indonesia: ABG dan nenek-nenek yang menikah, artis yang pakai narkoba (sudah biasa), Pak Ahok masuk penjara (old story), Pak Djarot gusur orang, terror bom di Jakarta, bom panci meledak di Buah Batu (5 km dari rumah), KJP disalahgunakan, si Afi yang plagiat (masih harus belajar caranya menulis yang sopan secara teknis)... Kalau saya mencover itu satu-satu, maka saya melakukan apa yang kebanyakan orang di internet lakukan: membicarakan orang. Iya dong, persamaan dari seluruh topik tersebut ya sama: Orang ini melakukan itu. Ada pelaku. Ada yang dilakukan. Dengan begitu banyak orang yang menulis hal-hal yang kurang lebih sama, ya jadinya malas dong. Ntar dituduh plagiat lagi. Jadi saya mencari satu persamaan lain dari seluruh topik tersebut. Jawabannya semudah menklik 'y' di kolom pencarian browser  s...