Mari kita berbicara sedikit soal kemalasan. Selain ini sifat terbesar kedua saya setelah 'sombong/pemurah' (Mereka imbang), malas adalah penghalang terbesar saya. Karena malas, saya tidak bisa menjadi sebagaimana seharusnya saya menjadi. Dan karena sifat yang sama, post ini jadi sangat, sangat pendek. Yaudah, segitu aja. Males. salam, si Blogger malas. (CJWiguna) (28 Juli 17)
"And the serpent said unto the woman, Ye shall not surely die: For God doth know that in the day ye eat thereof, then your eyes shall be opened, and ye shall be as gods, knowing good and evil." Genesis 3:4-5, KJV. Harus diakui, sepanjang sejarahnya manusia selalu berkutat dengan nilai. Nilai menjadi seorang lelaki bagi keluarganya. Nilai seorang raja dimata rakyatnya. Nilai orang-tua bagi anak-anaknya. Nilai suatu barang. Nilai suatu peristiwa. Nilai. Mengapa? Karena nilai adalah yang mendikte aktivitas manusia. Karena manusia terbatas, mereka tidak bisa melakukan segala sesuatu, sehingga dalam gerak-gerik mereka yang terbatas mereka harus memutuskan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak usah dilakukan. Dan itu semua bergantung terhadap nilai. Persepsi mengenai nilai tersebut adalah moralitas, dan kita semua tahu berapa banyak manusia-manusia yang menyumbang idenya perihal nilai dan moral, disepanjang sejarahnya. Masalahnya adalah saya sendiri tidak yakin dengan penjela...
Ini bukan deskripsi matematis, btw. Ini bukan soal garis slope dari suatu titik dalam suatu kurva. Jadi jangan khawatir. Dengan logika bahwa water itu adalah air, limit adalah batas. Lalu ada apa dengan batas? Mengapa saya tiba-tiba ingin membahasnya jam setengah enam pagi? Kalau dipikir-pikir, semua hal di dunia ini ada batasnya. Dalam hukum alam, limit itu merupakan hal yang tak terelakan. Kecepatan mencapai limit di 300.000 km/s; lebih cepat dari ini merupakan suatu keajaiban yang kita katakan mustahil. Setiap benda memiliki batas elasititas yang kalau dilampaui akan mengakibatkan rusaknya benda tersebut. Bahkan ada suhu tertinggi yang tidak bisa dicapai oleh siapapun di dunia, begitu juga dengan suhu terendah. (suhu tertinggi di 10^38 K dan suhu terendah di 0 K). Bagaimana dengan mahluk hidup di sekitar kita? Jangan ditanya. Dibandingkan dengan hukum alam, batasan mereka sedemikian banyaknya sehingga kita mahluk hidup bisa dikatakan rapuh. Ambil contoh saja say...
Komentar
Posting Komentar